Langsung ke konten utama

Sang pelopor mutiara dalam lumpur kehidupan



Ketika Ada Mutiara Didalam Lumpur

Perjalanan malam bersama Ayahanda tercinta mencari nasehat motivasi yang tidak bisa diukur dengan jumlah finansial belaka,  dari tokoh-tokoh besar desa tercinta. Ada yang membuat fikiran ini mulai terbuka saat beliau bercerita perjalanan hidup, berproses dibangku perkuliahan, beliau adalah sang pelopor anak muda dijaman milenial,  sudah berumur tapi memiliki semangat muda (hehehe)  bangga dong yang pernah mendapat wejangan oleh beliau secara langsung,  apalagi bisa bertemu berdiskus tatap muka setiap hari. Betapa keindahan yang luar biasa saat melihat rona wajah yang bersinar bagai cahaya, yang menentramkan hati dan fikiran.

Meski sempat curiga sebenarnya seperti apa keyakinan beliau ini (sang pelopor), sampai menjadi kontroversi dimasyarakat (dahulu), karna yang terjadi dimasyarakat, demikian saya pun juga termasuk didalam orang-orang yang sempat membenci beliau,  malu sebenarnya jika bertatap muka dengan apa yang pernah saya perbuat dulu kepada beliau. Jika waktu ini bisa diputar pasti saya tidak akan mau berfikir demikian kepada (sang pelopor), tapi Allah mempunyai cara lain dengan kejadian memaluka (menurut saya) kami justru dipertemukan diberbagai kegiatan, baik sosial maupun keagamaan. Saya hanya bisa menunduk malu melihat keteguhan dan kesabaran beliau,  dan berusaha memandang dari kejauhan rona wajah yang bersinar dan menyejukan hati.

Teryata dibalik layar tersebut beliau memang sengaja menutupi kebenaran, beliau justru lebih suka dipandang orang biasa yang tidak tahu apa-apa, lucunya lagi beliau suka dipanggil "bocah kemaren sore" (hehehe). Membuktikan kelapangan hati dan kesabaran dari beliau (sang pelopor), jarang sekali orang yang memiliki sifat seperti beliau dengan sabar iklas dengan cacian dan hujatan sampai dengan krisis kepercayaan dari masyarakat. Sampai pada akhirnya alam dan semesta denga ijin Allah Swt,  dibukaan pintu kebenaran dihati masyarakat termasuk saya, yang sempat melontarkan naskah kebencian. Sampai sekarang beliaulah panutan dan guru kami.

Nasehat-nasehat malam tadi yang saya selalu ingat, jangan pernah terprofokasi dengan orang-orang yang sudah mencurigakan pergerakanya,  terutama dibidang keagaam carilah yang selalu terbuka.  Sudah benar, semua kegiatan dipublikasikan selaknya kita mengikuti arus jaman milenial, bukan ingin sombong tetapi dengan niatan memotifasi teman-teman yang lain bahwasanya kita bergerak dengan terbuka, bukan dengan cara sembunyi-sembunyi yang mengakibatkan kesalah pahaman dikalangan masyarakat nantinya.

Sempat berfikir kenapa beliu bisa memberi nasehat demikian,  ternyata beliau pernah menjadi aktivis kampus pada tahun 1989, beliau bercerita sempat geram dengan aksi mahasiswa saat ini, rasanya ingin turun kejalan kembali (hehe) kalau saja tidak ingat sudah punya anak dan istri sudah turun kejalan saya. Karna kejadian aksi mahasiswa ditahun 1989 itulah beliau menjadi buronan aparat kepolisian karena ikut andil dalam aksi mahasiswa 1989. Sampai pergi keluar daerah satu kedaerah lainya hanya agar tidak terhendus jejaknya.

Hingga pada saat terakhir datang disuatu daerah persisnya pondok pesantren,  yang sebelumnya notabene (sang pelopor)  juga seorang santri, maka tidak asing lagi dengan dunia pesantren.  Hingga bertemulah sang pujaan hati sang khumairoh, sang ibu dari anak-anak beliau. Wanita yang juga menjadi pelopor dalam kehidupan saya,  bagaimana kelembutanya,  kesabaranya,  ketegasanya,  sampai sikap kesigapan beliau menghadapi cobaan bersama suami tercinta. Ingin rasanya bisa mempunyai keluarga seperti beliau ini (sang pelopor)  motifator bagi anak muda milenial.

Sudah benar, bagaimanapun kesuksesan yang seseorang dapat saat ini tidak mudah mengedipkan mata,  ada kalanya susah dan menjerit atas penderitaanya.  Meski demikian hanya Allah yang menentukan nasib seseorang "tawakal", bagaimana kita bisa menggapainya "ikhtiar", rubah meinset kegagalan,  dan ketidak berdayaan diri.  Percaya bahwa saya bisa melampoui batas. Terus berfikir positif untuk diri sendiri, jangan pernah jatuhkan harga diri hanya karena melihat kejayaan orang lain,  terus inropeksi diri.

Tulisan ini saya persembahkan untuk sang pelopor, sang motifator bagi anak muda milenial, meski tak bersimbol namun membekas dihati. Terkadang memang benar mutiara tidak selalu tersimpan indah dicangkang nya, adakalanya tersimpan ditengah dalamnya lumpur kehidupan.

29/09/19
(15:20)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

makalah metodologi study islam misi ajaran islam

MAKALAH MISI AJARAN ISLAM Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah METODOLOGI STUDY ISLAM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Perbankan Syariah Dosen Pengampu : NUR KHAFIFAH, M. Pd Disusun Oleh : Putri Nur Hidayah                   : 1804101072 Resta Wahyu Prianti                : 1804101078 Bella Kartika                            : 1802090000             Kelompok : VII INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI METRO FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM JURUSAN PERBANKAN SYARIAH TAHUN 2018 KATA PENGANTAR                   ...

Mahasiswa Masa Kini Plagiat ttd Dosen berakibat surat peryataan

Mahasiswa Plagiat  ttd  Dosen Hello apribadehhh..... Selamat pagi, siang, sore, malem menyesuaikan kalian yang lagi membaca tulisan ini yahhh, jangan serius dulu lahh di opening (haaha). Biar rileks juga ini penulis, menulis kisah nyata dari mahasiswa pengejar ttd dosen yang berujung melanggar kode etik kampus (widihhh nekat,,parah ini mahasiswa haha). Ada seorang mahasiswa semester pertengaha, tidak MABA “Mahasiswa Baru”  tidak juga MABA “Mahasiswa Basi”, yaa itulah dia ciri  dari pelaku plagiat ttd dosen itu, terbayang dong bagaimana diposisi dia, bingung kesana kemari mencari solusi, bagai mana caranya mendapatkan ttd dosen (you now lah ya bagaimana dosen kalo mau ditemui, apa lagi  dimintai ttd, kayak harganya triliunan rupiyah, tapi emang iya haha). Btw belum dikisahin ya kenapa dan untuk siapa ttd itu, baiklah diteruskan membacanya. Saat dimasa liburan akhir semester kampus biasa memberi informasi tentang pendaftaran beasiswa, atau pendaftar...

DUNIA TERBALI(K)

Fenomena Dunia Terbalik Ada disebuah desa kecil sekitar lima puluh kepala keluarga yang menempati desa kecil yaitu yang berada di L . . . . T . . . . H, tepatnya didesa Padasuka sebut saja begitu. Yang mengalami sebuah Fenomena seperti yang ada disinetron RCTI Dunia Terbalik ini kisah nyata jika anda tidak percaya coba saja berkunjung didesa ku Padasuka. Yaa... Mayoritas sekitar 75% adalah keluarga kecil bahagia yang baru seumur jagung bisa dibilang demikian, karna apa banyak pemuda pemudi diatas 20th sudah menyandang gelar pasutri ''pasangan suami istri''. Dan sisanya adalah remaja tanggung sepertiku yang masih haus dengan pertanyaan-pertanyaan hidup yang perlu jawaban namun tak kunjung datang, ini sebuah kegalawan besar-besaran ''inilah remaja alayyyy''. Akibat usia pernikahan yaa masih bisa dibilang cukup muda dan belum banyak pengalaman bahkan pendidikan yang ditinggalkan sebab finansial ekonomi keluarga. Tidak bisa dip...